Peta Perekonomian di Padang Sumatra Barat

Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan ibu kotanya berada di Padang. Provinsi Sumatera Barat dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Sumatera Barat Juncto Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1950 Peraturan tentang Mengadakan Perubahan dalam Undang-Undang Tahun 1950 Nomor 2 dari hal Pembentukan Provinsi Sumatera Barat (Lembaran Negara Tahun 1950 Nomor 32).

Selama kurang lebih 60 tahun sejak pembentukannya, banyak mengalami perubahan baik dalam wilayah administrasi, pemerintahan, jumlah penduduk, ekonomi, maupun kemasyarakatan. Dengan adanya perubahan tersebut saat ini Provinsi Sumatera Barat memiliki luas wilayah  42.130,82 km2 atau 2,2 persen dari luas seluruh Indonesia yang merupakan provinsi terluas kesebelas di Indonesia, dengan ibukota Padang. yang terdiri dari 12 kabupaten dan 7 kotamadya dengan membawahkan 175 kecamatan, dan 965 desa.

I. 1. Kondisi Geografis

Provinsi Sumatera Barat secara geografis terletak di antara 0°54’ Lintang Utara sampai 3°30’ Lintang Selatan serta 98°36’ sampai 101°53’ Bujur Timur. Secara administratif, wilayah Provinsi Sumatera Barat berbatasan:

  • Disebelah Utara dengan Propinsi Sumatera utara
  • Disebelah Selatan dengan Propinsi Bengkulu
  • Disebelah Timur dengan Propinsi Riau & Jambi
  • Disebelah Barat dengan Samudera Hindia

 

Sumatera Barat berada di bagian barat tengah pulau Sumatera, memiliki dataran rendah di pantai barat, serta dataran tinggi vulkanik yang dibentuk Bukit Barisan membentang dari barat laut ke tenggara. Garis pantai provinsi ini seluruhnya bersentuhan dengan Samudera Hindia sepanjang 375 km. Kepulauan Mentawai yang terletak di Samudera Hindia dan beberapa puluh kilometer lepas pantai Sumatera Barat termasuk dalam provinsi ini.

 

Beberapa sungai besar di pulau Sumatera berhulu di provinsi ini, diantaranya Sungai Siak, Sungai Rokan, Sungai Inderagiri, Sungai Kampar dan Batang Hari bermuara di pantai timur Sumatera, di provinsi Riau dan Jambi. Sementara sungai-sungai yang bermuara di pantai barat di antaranya adalah Batang Anai, Batang Arau, dan Batang Tarusan.

 

Gunung-gunung di Sumatera Barat adalah Marapi (2.891 m), Sago (2.271 m), Singgalang (2.877 m), Tandikat (2.438 m), Talamau (2.912 m), Talang (2.572 m), Pasaman (2.190 m), Kelabu (2.179 m), Rasan (2.039 m), Mande Rubiah (2.430 m), Tambin (2.271 m), Ambun (2.060 m).

I. 2. Kependudukan dan Ketenagakerjaan

Jumlah penduduk Provinsi Sumatra Barat berdasarkan hasil Sensus penduduk 2010 yang dilakukan Badan Pusat Statistik tercatat 4.845.998 orang. Jumlah itu terdiri atas 2.404.472 laki-laki dan 2.441.526 perempuan, sedangkan sebaran penduduk Sumbar tercatat 73,10 persen berada di kabupaten dan 26,90 persen berada di kota.

 

Kota Padang, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Pesisir Selatan merupakan tiga daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Sumatra Barat. Sedangkan Kota Padang Panjang merupakan daerah dengan jumlah penduduk paling kecil.

 

Dengan luas wilayah Provinsi Sumatera Barat sekitar 42.130,82 km2 yang didiami oleh 4.845.998 orang maka rata‐rata tingkat kepadatan penduduk Provinsi Sumatera Barat adalah sebanyak 115 orang per kilo meter persegi. Kota yang paling tinggi tingkat kepadatan penduduknya adalah Kota Bukit Tinggi yakni sebanyak 4.656 orang per kilo meter persegi sedangkan yang paling rendah adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai yakni sebanyak 13 orang per kilo meter persegi.

 

Sex ratio penduduk Provinsi Sumatera Barat adalah sebesar 98, yang artinya diantara 100 orang penduduk perempuan terdapat 98 orang penduduk laki‐laki. Sex ratio terbesar terdapat di Kabupaten Kepulauan Mentawai yakni sebesar 108 dan yang terkecil terdapat di Kota Bukittinggi yakni sebesar 94.

I. 3. Potensi Ekonomi

I.3.1. Pertanian

Berdasarkan hasil Survei Tanaman Pangan dan Ubian tahun 2005, luas lahan sawah Provinsi Sumatera Barat adalah 1.096.077 ha, terdiri dari lahan beririgasi teknis seluas 641.001 ha, lahan beririgasi setengah teknis seluas 110.435 ha, lahan beririgasi sederhana seluas 109.866 ha, lahan tadah hujan seluas 232.397 ha, lahan pasang surut seluas 8 ha dan lahan dengan pengairan lainnya seluas 2.370 ha. Dari lahan persawahan yang ada, jumlah luas panen, produksi dan produktivitas tanaman pangan provinsi Sumatera Barat dijelaskan pada tabel dan grafik berikut.

I.3.2. Peternakan

Sektor peternakan dibagi dalam dua jenis yaitu sektor peternakan produksi utama ternak dan sektor peternakan produksi utama unggas. Berdasarkan data populasi ternak yang bersumber dari Direktorat Jenderal Peternakan, pada tahun 2007 populasi sapi potong sebanyak 2.646,1 ribu ekor, sapi perah sebanyak 139 ribu ekor, kerbau sebanyak 54,2 ribu ekor, kuda sebanyak 18,2 ribu ekor, kambing sebanyak 2.457,1 ribu ekor; domba sebanyak 1.444,2 ribu ekor; dan babi sebanyak 34,7 ribu ekor.

I.3.3. Perikanan

Kegiatan perikanan dapat dibedakan atas perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Berdasarkan data yang bersumber dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, pada tahun 2006 jumlah rumah tangga perikanan tangkap di Provinsi Sumatera Barat sebanyak 79.410 kepala keluarga, dengan rincian perikanan laut sebanyak 56.842 kepala keluarga dan perairan umum sebanyak 22.568 kepala keluarga. Sedangkan jumlah produksi ikan yang dihasilkan perikanan tangkap setiap tahunnya berkisar 386.468 ton, dengan rincian perikanan laut sebanyak 374.620 ton dan perairan umum sebanyak 11.848 ton.

 

Sementara itu kegiatan perikanan pada sektor perikanan budidaya, berdasarkan data yang bersumber dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Pada tahun 2006, jumlah rumah tangga perikanan budidaya sebanyak 131.450 kepala keluarga dan produksi perikanan budidaya sebanyak 164.136 ton.

I.3.4. Kehutanan

Berdasarkan data yang bersumber dari departemen kehutanan, luas kawasan hutan sekitar 1.357.206,36 ha atau 28 persen dari luas daratan Provinsi Sumatera Barat, terdiri atas beberapa jenis hutan. Hutan-hutan yang ada menurut jenisnya antara lain hutan produksi seluas 811.452,70 ha (59,79 persen), hutan lindung seluas 312.636,50 ha (23,04 persen), dan hutan konservasi seluas 233.117,16 ha (17,18 persen).

 

 

I.3.5. Perkebunan

Luas seluruh perkebunan di Provinsi Sumatera Barat seluas 952.933 ha dengan jumlah total seluruh produksi perkebunan sebanyak 1.658.528,71 ton per tahun. Jenis-jenis perkebunan yang ada antara lain adalah perkebunan teh dengan luas areal 2.711 ha dapat memproduksi sebanyak 16.695,46 ton per tahun, perkebunan tembakau dengan luas tahun. Jenis produksi yang dihasilkan dari sektor pertambangan antar lain: batu gunung/andesit dengan produksi sebanyak 55.255 ton per tahun, pasir dengan produksi sebanyak 2.003.432,92 ton per tahun; batu kapur dengan produksi sebanyak 16.311.268 ton per tahun; Felspart dengan produksi sebanyak 198.094,18 ton per tahun; tanah liat dengan produksi sebanyak 1.868.683 ton per tahun; dolomit dengan produksi sebanyak 456.681,52 ton per tahun; marmer dengan produksi sebanyak 1.177.864 ton per tahun; pasir kwarsa dengan produksi sebanyak 62.973,40 ton per tahun; bentonit dengan produksi sebanyak 16.600 ton per tahun; tanah urug dengan produksi sebanyak 74.141 ton per tahun; trass dengan produksi sebanyak 80.225,10 ton per tahun; pasir/krikil batu (sirtu) dengan produksi sebanyak 7.075.176,87 ton.

I.3.6. Pariwisata

Dalam era global seperti sekarang ini, pariwisata merupakan sektor yang sangat menjanjikan jika dikembangkan dan dikelola secara baik dan profesional. Apalagi Sumatera Barat punya obyek wisata alam, budaya, dan sejarah. Wisata alam yang ada di Sumatera Barat antara lain Telaga Sarangan, Tretes, Taman Nasional Gunung Bromo, Tengger, Gunung Ketanggungan di Arjuna, Gunung Semeru, Alas Purwo dan Baturetno di Malang, Pantai Pasir Putih di Situbondo, Pantai Popoh, Pantai Pacitan, Pantai Ngliyep, dan wisata bahari di beberapa daerah Sumatera Barat.

 

Wisata budayanya antara lain Candi Panataran, Candi Jawi, Candi Jago dan Candi Singosari di Malang, Karapan kancah perekonomian regional. Pemberdayaan Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, karena UMKM memiliki kontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja dan penciptaan produk domestik bruto.

Sumber: dok. koperasi

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s