Menjalankan Bisnis Secara Etis Dan Bertanggung Jawab

a. Etika Dalam Dunia Bisnis

Apabila moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk

Melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu (sign) yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika (patokan/rambu-rambu) yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang, selaras, dan serasi.

Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing danmeningkatkan anggotanya kepada suatu tindakan yg terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok uang terkait lainnya. Mengapa?

Dunia bisnis, yang tidak ada menyangkut hubungan antara pengusaha dengan perusahaan, tetapi mempunyaikaitan secara nasional bahkan internasional. Tentu dalam hal ini, untuk mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat maupun bangsa lain agak jangan hanya satu pihak saja yang menjalankan etika sementara pihak lain berpijar kepasa apa yg mereka inginkan. Artinya kalau ada pihak terkait yang tidak mengetahui dan menyetujui adanya etika moraldan etika, jelas apa yang disepakati oleh kalangan bisnis tadi tidak akan pernah bisa mewujudkan. Jadi, jelas untuk menghasilkan suatu etika didalam berbisnis yang menjamin adanya keperdulian antara pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian.

Dalam etika bisnis ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya:

1. Pengendalian diri

2. Pengembangan tanggung jawab sosial

3. Mempertahankan jatidiri dan tidak mudah terombang-ambing oleh                                                                                                                                              pesatnya perkembangan informasi dan teknologi

4. Menciptakan persaingan yang sehat

5. Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan

6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)

7. Mampu menyatakan yang benar itu benar

8.Menumbuhkan sifat saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah

9. Konsekuensi dan konsisten dengan aturan mainyang telah disepakati bersama

10. Menumbuh kembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati

11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan

b. Dua Jenis Tanggung Jawab Sosial Dalam Bisnis

Bisnis memiliki tanggung jawab sosial. Dari mana asalnya bahwa bisnis memiliki tanggung jawab sosial? Di sini tidak akan dibahas soal asal muasal tanggung jawab sosial, tetapi langsung kepada anggapan bahwa bisnis memiliki tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, tanggung jawab sosial harus senantiasa diperhatikan dalam berbisnis. Artinya, berbisnis bukan hanya sekedar mencari keuntungan semata, tetapi juga memiliki nilai mulia didalamnya.

Ada salah satu perusahaan rokok terkenal di Indonesia yang memiliki program tanggung jawab sosialnya dengan tema beasiswa. Seperti yang sudah diketahui, bahwa rokok memang terbukti dapat mengganggu kesehatan. Namun, adanya program tanggung jawab sosial berupa beasiswa dapat membuktikan bahwa kegiatan usaha tidak semata-mata hanya untuk mencari keuntungan, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan demikian, anggapan rokok mengganggu kesehatan bisa diredam dengan adanya program tanggung jawab sosial.

Ada dua jenis tanggung jawab sosial dalam bisnis, yaitu tanggung jawab sosial kewirausahaan (Social Responsible Entrepreneurship) dan keterlibatan sosial dalam kewirausahaan (Social Involved Entrepreneurship). Dua jenis tanggung jawab sosial ini dikemukakan oleh KPMG Ethics & Integrity Consulting sebuah lembaga di negara Belanda.

Tanggung Jawab Sosial Kewirausahaan

Tanggung jawab sosial yang pertama ini (Social Responsible Entrepreneurship / SRE) merupakan aksi atau tindakan minimal terkait dengan kewajiban sosial sebuah perusahaan. Aksi tersebut dapat direpresentasikan dalam bentuk program yang memiliki tujuan tersendiri.

SRE tidak memiliki keterlibatan lebih jauh lagi selain memenuhi tanggung jawab sosialnya. Setelah tanggung jawab sosial dipenuhi, bisnis dijalankan seperti semula. Misalnya, ada program penanaman 100 pohon di bukit Asri atau pembersihan lingkungan Jatibaru, itu semua sebatas program saja, setelah menanam 100 pohon atau membersihkan lingkungan maka sudah sampai di situ saja tanggung jawabnya. Jadi, SRE memang menghasilkan perbedaan yang jelas antara principle dan commerce.

Keterlibatan Sosial dalam Kewirausahaan

Keterlibatan bisnis dalam dimensi sosial (Social Involved Entrepreneurship /SIE) memiliki keterikatan dan kesamaan tujuan dengan masyarakat. Keterlibatan dapat ditunjukkan dengan kerjasama yang aktif dalam menyelesaikan masalah dalam masyarakat. Perbedaannya dengan SRE adalah bahwa SIE memiliki dasar keterlibatan yang dalam. SIE memiliki tinjauan umum bahwa bisnis bukan semata-mata hanya tanggung jawab sosial, tetapi lebih dalam dari itu, salah satunya yaitu persamaan rasa ingin membangun masyarakat lebih baik lagi.

Perbedaan SRE dan SIE dapat diilustrasikan bahwa SRE hanya memberikan apa yang dibutuhkan misalnya uang, bantuan makanan, memenuhi kebutuhan sandang, dan pembangunan gapura pada suatu desa. Sedangkan SIE tidak hanya memberikan apa yang dibutuhkan, tetapi juga memberikan rasa peduli, dukungan penuh, dan perhatian jangka panjang. Jadi, SIE benar-benar terlibat dan memiliki tujuan dan keinginan untuk membangun masyarakat seperti penjagaan lingkungan agar tetap bersih, menghapuskan diskriminasi, dan lain-lain. Dengan ini maka SIE berlawanan dengan SRE,

Sumber: http://www.pdf-searcher.com/ETIKA-DALAM-BISNIS.html

http://aprillins.com/2010/1594/dua-jenis-tanggung-jawab-sosial-dalam-bisnis/

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s